Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 14:20:29【Kabar Kuliner】779 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(19)
Artikel Terkait
- PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan
- Jangan dihindari! Ini 5 makanan pahit yang baik untuk kesehatan tubuh
- WHO: Evakuasi medis dari Jalur Gaza harus dilanjutkan
- Menelaah tren "doom spending" Gen Z sebagai motor penggerak ekonomi
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
- DKI kemarin, kapal tenggelam hingga Pramono tolak atlet Israel
- Berkah Makan Bergizi Gratis
- Halalicious Food Festival sajikan aneka produk halal dan ajang edukasi
- Resep roti tawar rasa kopi ala Roti O, cocok untuk sarapan dan ngopi
- BI: Penjualan eceran pada September 2025 diprakirakan meningkat
Resep Populer
Rekomendasi

BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG

Mensos ngak ingin terjadi perundungan di Sekolah Rakyat

UNICEF desak semua perbatasan ke Gaza dibuka

Bruno Fernandes bertekad perbaiki tendangan penalti

BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir

50 korban kebakaran rumah di Tambora Jakbar mengungsi

Empat ekor beruang muncul di perkebunan warga di Agam

Pesawat Smart Air tergelincir saat mendarat di lapangan terbang Tiom